Riwayat Hidup KH Said Aqil Siradj

Riwayat Hidup KH Said Aqil Siradj

Rilis update bulan Juli 2018.

Beliau KH Said Aqil Siradj pada saat ini, Juli 2018 adalah Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, merupakan jabatan kedua setelah terpilih di muktamar Nahdlatul Ulama yang ke-33 di Jombang pada Agustus 2015. Beliau adalah salah satu lokomotif utama penggerak dakwah Islam Nusantara sebagai corong dakwah Islam khas ahlussunnah wal jamaah annahdliyah ke kancah Internasional.

Pada bulan April 2018, kyai Said terpilih menjadi salah satu tokoh muslim berpengaruh di dunia yang berada di urutan ke-22 yang dirilis oleh The Muslim 500 yang diselenggarakan oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre di Amman, Jordania. Dari riwayat pendidikan beliau, kyai Said mengenyam pendidikan keagamaan di Arab selama lebih dari 13 tahun, menjadikan beliau memahami ilmu keagamaan, filsafat, dan budaya di seputar jazirah Arab dengan memperoleh gelar doktor bidang usuhuludin (perbandingan agama) dari Universitas Ummur Qura, Mekkah.

Pembawaan belau teresan konservatif, namun memiliki pandangan yang kuat dan tegas untuk menetapkan pendapatnya secara moderat di tengah silang pendapat permasalahan kebangsaan yang membutuhkan perhatian ulama pada belakangan ini. Beliau dibesarkan di lingkungan pesantren atas bimbingan orang tuanya, Kiai Aqiel Siradj yang merupakan seorang ulama yang memiliki pondok pesantren di Desa Kempeg, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Said Aqiel kecil menamatkan pendidikan madrasah ibtidaiyah (setingkat sekolah dasar) di kampung halamannya dan melanjutkan pendidikan setingkat sekolah menengah pertama dan menengah atas di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

Riwayat Pribadi

Nama lengkap: Said Aqil Siradj
Tempat dan tanggal lahir: Cirebon, 03 Juli 1953
Nama Ayah : KH. Aqiel Sirodj
Nama Ibu : Hj. Afifah
Nama Isteri  : Nur Hayati Abdul Qodir
Nama Anak  :
1. Muhammad Said Aqil
2. Nisrin Said Aqil
3. Rihab Said Aqil
4. Aqil Said Aqil


Silsilah Nasab

Berdasarkan silsilah nasab beliau, kyai Said merupakan dzuriyah Rasullullah yang ke-32 dengan urutan nasabnya sebagai berikut:

1

Muhammad Rasulullah Saw  

2

Ali dengan Fatimah az-Zahra binti

3

Husein bin

4

Muhammad al Baqir bin Ali Zaenal Abidin bin

5

Ali 'Uraidhi bin Ja'far as Shodiq bin

6

Muhammad an Naqib bin

7

Isa arRumi bin

8

Ahmad alMuhajir bin

9

Alawi Awwal bin Ubaidillah bin

10

Muhammad Shohibus Saumi'ah bin

11

Alawi Atsani bin

12

Muhammad Shohib Mirbat Ali Kholi' Qosam bin

13

Alawi Ammil Faqih (Hadrulmaut) bin

14

Abdul Malik al-Muhajir (Nasrabad India) bin

15

Abdullah Khan bin

16

Ahmad Jalaludin Khan bin

17

Jamaludin Akbar Khan bin

18

Ali Nurul Alam Syeh Jumadil Kubro bin

19

Abdullah bin

20

Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) bin

21

Sultan Maulana Hasanuddin bin

22

Sultan Maulana Yusuf (Banten) bin

23

Sultan Maulana Mansur (Cikaduen) bin

24

Abul Mufakhir (Majalengka) bin

25

Tubagus Ibrahim bin

26

KH. Ali bin

27

KH. Nuruddin bin

28

KH. Murtasim bin

29

KH. Said (gedongan) bin

30

KH. Siradj bin

31

KH. Agil bin

32

Prof. MA KH. Said Agil Siradj bin

 

Riwayat Pendidikan

Pendidikan Formal

Berikut adalah riwayat pendidikan formal kyai Said:
1. S1 King Abdul Aziz University, majoring in Ushuluddin and Da’wah, graduated 1982
2. S2 University of Umm al-Qura, majoring in Comparative Religion, graduated 1987
3. S3 University of Umm al-Qura, majoring in Aqidah / Islamic Philosophy, graduated 1994

Pendidikan Non-Formal

Sementara pendidikan non-formal beliau adalah sebagai berikut:
1. Madrasah Tarbiyatul Mubtadi’ien Kempek Cirebon
2. Pesantren Hidayatul Mubtadi’en Lirboyo Kediri (1965-1970)
3. Pesantren Al-Munawwir Krapyak Jogjakarta (1972-1975)
4. Stadium General STAI Mathaliul Falah Kajen Margoyoso Pati

 

Pengalaman Organisasi

Beliau sejak muda adalah aktivitas organisasi, sehingga tidak heran, beliau memiliki pengalaman organisasi yang sangat lengkap, sebagai berikut:
1. Sekertaris PMII Rayon Krapyak Jogjakarta (1972-1974)
2. Ketua Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) Mekkah (1983-1987)
3. Wakil katib ‘aam PBNU (1994-1998)
4. Katib ‘aam PBNU (1998-1999)
5. Penasehat Gerakan Anti Diskriminasi Indonesia (GANDI) (1998)
6. Ketua Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB) (1998-sekarang)
7. Penasehat Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam UI (1998-sekarang)
8. Wakil Ketua Tim Gabungan Pencari fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998 (1998)
9. Ketua TGPF Kasus pembantaian dukun santet Banyuwangi (1998)
10. Penasehat PMKRI (1999-sekarang)
11. Ketua Panitia Muktamar NU XXX di Lirboyo Kediri (1999)
12. Anggota Kehormatan Matakin (1999-2002)
13. Rais syuriah PBNU (1999-2004)
14. Ketua Majelis Ulama Indonesia (2000-2005)
15. Ketua PBNU (2004-2010)
16. Ketua Umum PBNU (2010-2015) dengan Rais Aam KH. Sahal Mahfudh
17. Ketua Umum PBNU (2015- sekarang) dengan Rais Aam KH. Ma’ruf Amin
18. Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (2017- sekarang)

  

Teladan Beliau

1. Pancasila Sudah Final

Menurut beliau bahwa bangsa Indonesia tidak perlu lagi mendiskusikan asas Pancasila dalam berbangsa dan bernegara, Pancasila seharusnya sudah final. Kyai Said menyatakan bahwa sewaktu beliau sedang menjadi mahasiswa studi di Saudi, beliau memperoleh makalah dari KH Ahmad Shiddiq, "Pintu Indonesia jadi Negara Islam Sudah tertutup." Makalah tersebut mengundang para kyai di tahun 1985an untuk mengkaji relasi negara dan Islam. Tinjauan fiqh relasi agama dan negara telah dituntaskan para kyai dalam Muktamar 1936 dan 1946.

Muktamar NU '85 tentang Pancasila itu penegasan atas NKRI '45. Muktamar NU 1985 yang menerima Pancasila memang menghebohkan. Bangsa ini juga harus tahu bahwa kyai-kyai juga heboh dalam pemikiran dan konsep. Sepulang Studi dari Saudi, beliau menerjemahkan Naskah Piagam Madinah, untuk memberikan bukti empirik bahwa Pancasila itu sudah tepat.

Piagam Madinah itu konstitusi persatuan yang melibatkan penganut agama-agama dan suku-suku, begitu pula dengan Pancasila juga alat pemersatu. Piagam Madinah tidak menyebut kata Islam dan al-Quran, begitu juga Pancasila tidak menyebut kata Islam dan Al-Quran.

 

2. Tokoh Muslim Berpengaruh di Dunia

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj merupakan salah satu tokoh muslim paling berpengaruh di dunia berdasarkan The Moslem 500 yang diselenggarakan oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre, Amman, Yordania.

Berikut setidaknya data peringkat beliau dalam The Moslem 500:
Tahun 2010 menduduki peringkat ke-19.
Tahun 2011 menduduki peringkat ke-17.
Tahun 2012 menduduki peringkat ke-19.
Tahun 2017 menduduki peringkat ke-20.
Tahun 2018 menduduki peringkat ke-22.