Tuntunan Ibadah Shalat Sunnah Syukur

Tuntunan Ibadah Shalat Sunnah Syukur

Kita sebagai orang muslim dan beriman, sudah selayaknya untuk selalu mengungkapkan dan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT. Ada beberapa pertanyaan terkait hukum shalat syukur. Terdapat perbedaan pendapat antar ulama terkait shalat syukur kepada Allah dua rakaat. Sebagian ulama menyatakan sunnahapabila sedang mendapat nikmat yang baru dengan dalilnya adalah:

a. Riwayat Hakim dari Ka'ab bin Ajrah radhiallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah saw memerintahkan Ka'ab bin Malik ketika taubat dia dan shahabatnya diterima agar dia shalat dua rakaat dan sujud dua kali. (HR. Hakim dalam Al-Mustadrak Alas-Shahihain, 5/148). Hadist ini terdapat kelemahan dari salah satu perawinya.

b. Riwayat Ibnu Majah, no. 1391, dari jalur Salamah bin Raja, telah meriwayatkan kepadaku Sya'tsa, dari Abdullah bin Abi Aufa, radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melakukan shalat dua rakaat pada saat diberi kabar gembira karena tewasnya Abu Jahal." Hadits ini dinyatakan hasan oleh sebagian ulama, seperti Ibnu Hajar dan Ibnu Mulqin. Lihat Al-Badrul-Munir, 9/106, Talkhish Al-Habir, 4/107)    

TATACARA SHALAT

Shalat syukur dilakukan terutama ketika kita memperoleh nikmat dari-Nya atau diselamatkan dari suatu musibah. Shalat syukur dilakukan dua rakaat, dengan niat menyampaikan rasa syukur kepada Allah swt. Caranya:

  • Rakaat pertama: membaca surat Fatihah dan surat Al-Ikhlash.
  • Rakaat kedua: membaca surat Fatihah dan surat Al-Kafirun.
  • Dalam ruku’ dan sujud pada rakaat pertama, sesudah membaca tasbih, membaca:

اَلْحَمْدُ للهِ شُكْرًا شُكْرًا وَحَمْدًا حَمْدًا Alhamdulilâhi syukran syukran, wa hamdan hamdan Segala puji bagi Allah; terima kasih, terima kasih, dan segala pujian kusam-paikan kepada-Nya. 

  • Dalam rukuk dan sujud pada rakaat kedua, sesudah membaca tasbih, membaca:

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي اسْـتَجَابَ دُعَآئِي وَاَعْطَانِي مَسْأَلَتِي Alhamdulillâhil ladzistajâba du’-âî wa a’thânî mas-alatî. Segala puji bagi Allah yang telah mengijabah doaku dan memberi permohonanku. Sumber: kitab Mafatihul Jinan, kunci-kunci surga.