05 Oct 2017 · 2.878 dibaca · Terkait Anak (anak sendiri/ adopsi/ bayi tabung/ saudara sesusuan/ yatim/ piatu)
Mengkhususkan Hak Milik untuk Anaknya Tertua
Pertanyaan :
Bagaimana pendapat Anda, ayyuhal mu’tamirun, tentang seorang berumah tangga yang menentukan hak miliknya seperti ladang dan lain-lain untuk putra-putrinya yang terbesar. Apabila meninggal dunia salah satu dari suami istri, atau meninggal keduanya, maka dengan sendirinya dimiliki putra putri yang terbesar, bukan ahli waris lainnya, dengan tidak ada wasiat atau pemberian lagi, kemudian apabila putra putri itu meninggal maka menjadi hak milik putra putrinya yang terbesar pula, begitu seterusnya sampai ada tiga/empat keturunan. Apakah halal bagi putra putri terbesar itu memilikinya dengan adat yang telah berlaku itu?, Atau tidak sehingga harus dibagi para ahli waris?.
Jawab :
Bahwa barang model itu tidak boleh dimiliki putra putri terbesar itu dengan cara demikian, tetapi harus dibagi oleh para ahli waris menurut yang ditetapkan agama, itu tidak boleh dilakukan, dan pula tidak boleh dilaksanakan kecuali kalau semu
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+