Profil Pesantren Tahfidhul Qur’an “Sunan Giri" Surabaya

Profil Pesantren Tahfidhul Qur’an “Sunan Giri

Pondok Pesantren Tahfidhul Qur’an “Sunan Giri” atau yang biasa disingkat PPTQ Sunan Giri, beralamatkan di Jl. Wonosari Tegal IV No. 37-39, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Pondok pesantren ini dirintis dan didirikan pada tahun 1981 oleh seorang tokoh kharismatik, beliau adalah KH. Adnan Chamim.Asal-usul nama Pondok Pesantren Sunan Giri Surabaya adalah sebagai wasilah. Perlu diketahui, dari pihak ibu, Ibu Nyai Hj. Ainun Jariyah (istri KH. Abdul Aziz Hasanan) adalah keturunan Raden Ainul Yaqin yang terkenal dengan sebutan Sunan Giri. Sedangkan KH. Abdul Aziz Hasanan  sendiri masih keturunan Raden Syarif Hidayatullah yang terkenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati, Cirebon.

Cikal bakal pondok pesantren Sunan Giri seyogyanya adalah sebuah tempat pengajian rutin yang berlokasi di rumah (ndalem) KH. Adnan Chamim, Jl. Danakarya I/35 Surabaya.Pondok Pesantren Sunan Giri sekarang berdiri sangat megah di tengah perkampungan padat penduduk Surabaya Utara di Jalan Wonosari Tegal gang IV No. 37-39. Gedung barat khusus santri putra, sedangkan gedung timur khusus santri putri. Kedua gedung megah yang berdiri sekarang, dibangun pada kurun waktu 1990 hingga tahun 2003.Untuk gedung timur, dahulu adalah sebuah tempat pembuangan sampah dari seluruh Kelurahan Wonokusumo. Tanah tersebut masih milik Pemkot Surabaya.

Kemudian atas prakarsa Bapak Walikota Surabaya saat itu, H. Sunarto Sumoprawiro, tanah tersebut dihibahkan ke pondok guna dimanfaatkan sebagai bangunan pondok putri yang waktu itu masih sangat membutuhkan sekali, akan tetapi H. Sunarto waktu itu juga mengatakan agar bangunan itu di samping untuk pondok putri; juga sebagai panti asuhan yang sekarang ini bernama “Panti Asuhan Harapan Ummat” di bawah naungan yayasan pondok Sunan Giri. Tahun 1990 dimulailah pembangunan pesantren putri Sunan Giri beserta penyempurnaan pesantren putra hingga lantai lima, ternyata tanpa diduga-duga atas izin Allah Swt. pembangunan tersebut banyak sekali masyarakat yang menyumbang hingga akhirnya bisa terselesaikan pada tahun 2003. Pada tanggal 20 Juli 1993 M, pondok Sunan Giri tercatat sebagai lembaga sosial pendidikan lengkap bersama dengan akte notarisnya yakni, Abdur Rachim S.H. No: 176 tahun 1993.
Pengasuh : KH. Abd. Aziz Hasanan
Pendiri : KH. Adnan Chamim
Pendidikan

Pendidikan Formal: 
1. Roudhotul Athfal (RA) Sunan Giri, 
2. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sunan Giri, 
3. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sunan Giri, 
4. Madrasah Aliyah (MA) Sunan Giri, Kejar Paket A, B, C. 
5. Wajar Dikdas (Ula, Wustho, Ulya) 
Pendidikan Informal: 
1. Madrasah Diniyah Al-Islamiyah Sunan Giri, 
2. Madrasatul Qur'an, 
3. TPQ "Sunan Giri",
Pendidikan Nonformal :
1. Progam Tahfidzul Qur'an, 
2. Progam Tilawatil Quran, 
3. Qiroatus Sab'ah, 

Fasilitas
1. Asrama Santri Putra
2. Asrama Santri Putri
3. Dalem Pengasuh dan keluarga
4. Asrama Asatidz
5. Musholla
6. Ruang Tamu
7. Dapur Umum
8. Kantor pondok
9. Kantor madrasah diniyah
10. Tempat perlengkapan
11. Gedung madrasah
12. Koperasi pondok
13. Sunan Giri Cell (konter)
14. Kamar Kesehatan
15. Warung Telekomunikasi
16. Kamar mandi

Ekstrakurikuler
1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tilawatil Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik
12. Pengembangan Exacta (Lab Skill), Ketrampilan, Wirausaha.
Alamat
Jalan Wonosari Tegal gang IV No. 37-39, Surabaya, Jawa Timur.

 

 

 

 

 

Untuk berpartisipasi memperbarui informasi ini, silakan mengirim email ke redaksi@laduni.id.