Terapkan Syariat Islam, Tangan Gubernur Aceh Akan Dipotong?

Terapkan Syariat Islam, Tangan Gubernur Aceh Akan Dipotong?

Aceh sebagai Daerah Otonomi Khusus, diketahui telah menerapkan hukum islam di wilayahnya atau yang sering dikenal dengan istilah Qonun. Sejumlah aturan sesuai syariat islam membuat sejumlah ritual hukuman sering kali menarik perhatian masyarakat luar. Misal saat ada pasangan tak halal yang kedapatan mesum bahkan duduk berdua di tempat yang tak seharusnya, akan mendapatkan hukuman cambuk. Dianggap berzina.

Lalu bagaimana dengan korupsi yang dianggap sama bahkan lebih parah dari mencuri. Apakah akan ada hukuman potong tangan?

Dirangkum dari berbagai sumber, wacana tentang qanun yang mengatur korupsi sempat muncul. Namun, sampai saat ini qanun tentang korupsi belum diatur sama sekali. Seperti ditilik dari situs Pemprov Aceh, acehprov.go.id, ada 13 qanun yang tercantum. Qanun itu mengatur berbagai hal, dari hukum acara jinayat atau pidana dalam Islam hingga urusan kepariwisataan serta kesejahteraan sosial. Namun tidak ada satu pun qanun yang mengatur tentang korupsi.


Diberitakan sebelumnya,  Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait dengan pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Daerah Khusus Aceh tahun anggaran 2018, diantara nama-nama yang sudah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka adalah Bupati Bener Meriah, Ahmadi (AMD) dan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf (IY)


IY sebagai pihak penerima, diduga menerima suap sejumlah Rp500 juta terkait Pengalokasian dan Penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018 pada Pemerintah Provinsi Aceh. terkait dengan penangkapan IY, Ketua Majelis Tinggi Partai Nanggroe Aceh Irwansyah menyerukan kepada seluruh kader partai lokal tersebut diminta untuk tetap tenang.