Menguak Isu TKA China Menguasai Indonesia dari Kunjungan Rombongan DPR RI

Menguak Isu TKA China Menguasai Indonesia dari Kunjungan Rombongan DPR RI

Rombongan kunjungan kerja Komisi 9 dan Satgas Pengawasan Tenaga Kerja Asing Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) berkunjung ke PT. IMIP di Morowali, sebuah wilayah yang belakangan ini diisukan telah terdapat jutaan Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China.

Kunjungan ini untuk membuktikan apakah benar TKA dari China menyerbu atau menguasai pabrik. Kunjungan tersebut dishare oleh Dede Yusuf, salah satu anggota kunjungan DPR tersebut, melalui akun facebooknya. Rombongan mendatangi semua, mulai dari kantin pekerja, Mess Pekerja China, Pabrik, bahkan ruang operator.

Rombongan mengunjungi sebuah kompleks industri Smelter Nickel dan Besi terbesar di Indonesia yang sangat luas di Morowali. Diperoleh informasi bahwa jumlah karyawan asing sebanyak sekitar 2.500 TKA dengan sekitar 28.000 pekerja lokal. Hal ini berarti jumlah TKA tidak sampai 10% dan memiliki izin kerja yang sah. Ini dibuktikan oleh laporan pejabat Imigrasi Kemenkumham di sana.

“Mungkin dulu pada saat pembangunan smelter di awal tahun 2014-2016 banyak TKA yang keluar masuk dng kontrak per 2-3 bulan. Karena memang pada saat itu tenaga kerja lokal belum berpengalaman membangun smelter. Setelah Smelter berdiri, hanya 10% TKA yg tinggal. Untuk meneruskan Transfer Technologi kpd pekerja lokal,” lanjutnya.

Gaji pekerja lokal lulusan SMA yang baru masuk dengan masa kerja 6 bulan adalah rata-rata mendapat sekitar Rp4 juta per bulan. Sementara yang sudah 2 tahun mencapai Rp8 juta hingga 10 juta per bulan. Saat ini masih dibutuhkan 10.000 tambahan karyawan lagi, semuanya tenaga lokal dan lowongan terbuka bagi umum.

Rombongan juga mendapat penjelasan dari Bupati dan Ketua DPRD tentang pendapatan daerah dan multiplier effect ke daerah yang terasa besar. Bahkan Morowali sempat mendapat angka pertumbuhan ekonomi sebesar 35% yang merupakan5 besar tertinggi di Indonesia.

Jika hubungan Pemda dan industri bisa berjalan baik, sangat mungkin Morowali ke depan akan menjadi kota industri Metropolitan, dengan pendapatan daerah ratusan Milyar setahun.

“So once again, kami tidak menemukan serbuan TKA, yang ada justru puluhan ribu pekerja kita yang berasal dari sekitar Sulawesi. Bahkan kami juga sudah minta agar Satgas Pengawasan TKA membuka posko di sana. Agar pengawasan terpantau,” tutup Dede Yusuf.