Kecintaan terhadap PMII Dibawa sampai ke Pelaminan

Kecintaan terhadap PMII Dibawa sampai ke Pelaminan

Momen pernikahan menurut kebanyakan orang adalah momen yang sakral, semua orang menginginkan pesta pernikahan yang istimewa dan berkesan. Namun, menyelenggarakannya bukanlah hal yang mudah dan murah. Persiapan mesti matang. Mulai dari menentukan jumlah tamu, tempat pernikahan, busana pengantin, seragam keluarga, hidangan, sampai souvenir, dan lain-lain.

Sudah menjadi kebiasaan kebanyakan orang yang melangsungkan akad nikah menggunakan stelan jas Hitam dan celan hitam untuk pasangan prianya, namun berbeda dengan akad nikah kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Lampung. Wakil Ketua I Bidang Kaderisasi Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Lampung, Eko Tri Pranoto melakukan akad nikah dengan mengenakan jas organisasi.

Ia melangsungkan akad nikah dengan kader PMII Rayon Ushuludin, Neza, di Pondok Pesantren Zamais, Kecamatan Adiluwih, Rabu (4/7/2018) pagi. “Ini saya lakukan karena cinta terhadap PMII,” kata Eko saat ditanya alasan akad berjas PMII.

Ketua Komisariat PMII Universitas Lampung masa bhakti 2013-2014 ini ingin momentum sakral akad nikah tak lepas dari kebanggaan terhadap organisasi. Pria kelahiran Lampung Tengah ini berharap kecintaannya terhadap PMII tak pernah lepas darinya.

Selain cinta terhadap PMII, Eko mengaku juga cinta terhadap Nahdlatul Ulama (NU). Oleh karena itu, ia mempersembahkan mas kawin permintaan mempelai putri yang berupa uang Rp2018 rupiah dalam bingkai berlogo NU.

Selain itu, pada resepsi pernikahan yang dilakukan di kediaman mempelai putri ini juga menampilkan foto bersama mengenakan seragam Badan Otonom (Banom) NU. Eko mengenakan seragam Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Neza mengenakan seragam Fatayat.

Saat ditanya perihal mempelai pria, Neza mengaku bangga bisa memiliki suami yang aktif organisasi. Mahasiswi pascasarjana UIN Raden Intan Lampung ini ingin saat menjalin rumah tangga juga tetap aktif organisasi. “Saya dan suami tetap akan aktif organisasi,” kata alumni Fakultas Ushuludin UIN Raden Intan Lampung.