Syekh H. Hanafiah Abbas #2: Sang Ulama Syattariah Aceh Berguru Ke Mekkah Al-Mukarramah

Syekh H. Hanafiah Abbas #2: Sang Ulama Syattariah Aceh Berguru Ke Mekkah Al-Mukarramah

LADUNI.ID I ULAMA- Sebelumnya telah dijelaskan bahwa Tgk. Syihabuddin bin Idris merupakan pimpinan dayah MUDI Mesra Samalanga (1927-1935). Abdul Hamid bin Idris adalah orang tua dari Dr. Humam Hamid dan Ahmad Farhan Hamid. Dr. Humam Hamid pernah menjadi calon gubernur Aceh. Dan Farhan Hamid pernah menjabat sebagai wakil ketua MPR RI. Aisyah merupakan ibunda Tu Bulqaini Tanjongan, Sekjen HUDA sekarang.

Selanjutnya walaupun telah menikah TEungku Abi (Teungku Syiek Disamalanga-II). Namun di awal-awal pernikahannya, Teungku Abi sempat merasa malu dengan ibu mertuanya Ummi Fatimah karena keliru dalam membaca kitab. Ummi Fatimah menegur Teungku Abi seraya membaca matan bait Alfiyah untuk menunjukkan bahwa bacaan Teungku Abi menyalahi kaidah ilmu Nahwu. Karena merasa malu dengan keterbatasan ilmunya, akhirnya Teungku Abi pergi ke Mekkah untuk semakin memperdalam ilmu nya. Di Mekkah Tungku Hanafiah sempat menimba ilmu dan mengambil pengijazahan thariqat pada Sayyid Abu Bakar Syatta, pengarang kitab I’anatuth Thalibin. Thariqat yang diperoleh dari Sayyid Abu Bakar Syatta inilah yang kemudian diijazahkan kepada Abu Usman Ali Kuta Krueng (Abu Kuta). Sedangkan thariqat yang diijazahkan kepada Abu Seulimum oleh Teungku Abi bersanad kepada mertuanya Teungku Idris.

Teungku Abi juga sosok yang menjadi rujukan dalam penetapan hukum. Ketika diadakan acara muzakarah, biasanya Teungku Abi hanya sibuk berzikir. Saat sudah ada keputusan, peserta muzakarah bermusyawarah dengan Teungku Abi untuk meminta pendapat Teungku Abi. Terkadang meraka harus kembali membahas sati persoalan hingga empat kali sehingga baru mendapat persetujuan Teungku Abi. Teungku Abi sosok yang paling dihormati di wilayah utara dan timur Aceh sebagaimana dihormatinya Abu Krueng Kale di wilayah barat, Banda Aceh dan sekitarnya.

Dalam perjalananya Teungku Syiek Disamalanga (II) itu telah banyak berguru ke beberapa daerah bahkan luar negeritermasuk ke Mekkah Al-Mukarramah tersebut. Dalam dunia tarekat sosok Teungku Abi (Teungku Syeik Disamalanga juga mursyid tarekat Syattariah yang menjadi salah satu kiblat dan rujukan amaliah tarekat tersebut di Aceh pasca meninggalnya tokoh pendahulunya dalam dunia Syattariah.