Ketua NU Jatim Yakin Mahfud MD Cepat Melupakan dan Mendukung Kiai Ma'ruf 

Ketua NU Jatim Yakin Mahfud MD Cepat Melupakan dan Mendukung Kiai Ma'ruf 

LADUNI.ID,Jawa Timur- Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, meyakini bahwa Mahfud MD adalah kader tulen NU dan seorang santri. Kiai Marzuki terpilih bulan Juli lalu itu meyakini Mahfud cepat melupakan peristiwa politik yang tidak mengenakkan bagi dirinya dan mendukung penuh pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Karena itu, dia yakin Mahfud MD ingin pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin menang dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang. 

Sebelummnya di acara Indonesia Lawyer Club Mahfud MD bicara blak-blakan terkait kegagalannya menjadi calon wakil presiden saat acara ILC tvOne pada Selasa malam, 14 Agustus 2018. Dia menyinggung nama pemimpin Pengurus Besar NU dan partai politik dekat dengan kultur NU dalam pusaran polemik politik itu. Mahfud juga mengaku tersinggung karena disebut bukan kader NU.

Selain itu Kiai Marzuki juga mengatakan jika Pernyataan blak-blakan Mantan Menteri Pertahanan Era Pemerintahan Gus Dur itu tidak akan menimbulkan keributan berarti di lingkungan NU. "Tidak ada ribut-ribut. Saya yakin Pak Mahfud asli kader NU. Saya yakin Pak Mahfud santri. Mental santri malah tersinggung kalau kiainya kalah," kata Kiai Marzuki di kantor NU Jatim Jalan Masjid Al Akbar Surabaya pada Kamis (Men16/08/2018)

Menurut Kiai marzuki, sebagai Santri dia yakin Mahfud MD akan berpikir untuk terus memberikan dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurutnya Mahfud MD mempunyai mental yang ingin agar kiainya mendapatkan jabatan atau posisi strategis.

"Saya santri, andai kiai saya tidak dapat posisi malah saya susah, dan saya akan bahagia dan bangga ketika guru dan kiai saya dapat posisi. Saya yakin Pak Mahfud yang santri punya mental seperti itu," ucapnya.

Kendati begitu, Kiai Marzuki menegaskan jika NU sendiri secara kelembagaan netral dalam kontestasi lima tahunan tersebut. Dengan artian NU tidak berpihak baik kepada Jokowi maupun kepada Prabowo melainkan diserahkan warga NU sendiri. "Perkara kebetulan ada pengurus PWNU yang dia santri terus ikut anjuran gurunya (dalam pilihan politik), ya, monggo. Itu pribadi. Jadi, bukan berarti jadi pengurus PWNU hak politiknya hilang," pungkas Kiai Marzuki