Pesantren AnNahdlah Makassar Sulsel

Pesantren AnNahdlah Makassar Sulsel

Profil
Pondok Pesantren AnNahdlah berlokasi di Jl. Tinumbu Dalam Lr.4 No.9 – (0411)314223 Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Pondok Pesantren ini diproyeksikan sebagai pusat transformasi budaya lokal sekaligus benteng terakhir tradisi. Peran ini dipilih setelah mengkaji peran besar pesantren di negeri ini dalam sejarahnya yang sangat panjang. Maka di Pondok Pesantren AnNahdlah ini di samping berlangsung proses penguatan keimanan dan ketakwaan secara sistematis dan kontinyu juga terjadi proses pelestarian budaya dan tradisi.

Pondok Pesantren An Nahdlah UP yang terletak di Kelurahan Layang Kecamatan Bontoala Kota Makassar  Sulawesi Selatan, awal mulanya adalah pengajian sekelompok 7 orang, yang dibina oleh Drs. KH. Muh. Harisah AS dalam bentuk  pengajian di rumah  kediaman beliau menggunakan kitab kuning dengan sistem Halaqah yakni santri memegang kitab dan  duduk bersilah, melingkar mengelilingi Kyai.  Atas inisiatif beliau  pada tanggal 20 September 1982,  pengajian ini dinamai “ Ashabul Kahfi “, yang dinisbahkan kepada 7 orang pemuda yang diceritakan dalam Surah Al-Kahfi.  

Pengajian ini terus berkembang dengan pesatnya sehingga dibentuklah menjadi Majelis Ta’lim As Syafi’iyah. Tanggal  4 Januari 1985 diubah namanya menjadi “ Majelis Ta’lim An Nahdlah “ yang artinya “ Kebangkitan “ dan mendapatkan restu dari gurunda Al-Allamah Nashirussunnah KH. Muhammad Nur. Setahun kemudian, pada tanggal 20 Juni 1986  Majelis Ta’lim An Nahdlah ditingkatkan menjadi lembaga pendidikan Pondok Pesantren.

 Secara lebih spesifik, Pondok Pesantren AnNahdlah mengembangkan generasi tafaqquh fi al-din. Pola pendekatan fiqh oriented yang kontekstual dan sosiologis secara tidak langsung telah menjadikan pesantren sekaligus sebagai pusat pembentukan dan penguatan karakter masyarakat muslim yang lokalistik. Dengan demikian santri AnNahdlah menjadi salah satu unsur yang dapat memperkuat corak muslim yang berkarakter Indonesia.

Banyak sekali tradisi muslim lokal yang tidak ditemui di belahan dunia lain, seperti tahlil, selapanan, tingkepan, khaul, halal bi halal, dan sebagainya. Jika memperhatikan hal ini maka dapat dipahami bahwa keberadaan Pondok Pesantren AnNahdlah akan memberikan kontribusi besar bagi proses transformasi ilmu pengetahuan sekaligus pelestarian tradisi di tengah masyarakat Indonesia.

Visi dan Misi
Visi Pesantren An Nahdlah :
Terbinanya Kader Ulama dan Calon Pemimpin Yang Memiliki Hidup Mandiri, Berakhlak Mulia, Menjadi Teladan Serta Mengabdi Kepada Allah SWT.

Misi Pesantren An Nahdlah :
1. Menyelenggarakan Proses Pendidikan Islam Yang Berorientasi Pada Mutu Tinggi dan Berbasis Pada Sikap Spritual, Intelektual dan
Moral Guna Mewujudkan Kader Ulama / Pemimpin Yang Menjadi Rahmatan Lil Alamin.

2. Mengembangkan Pola Kerja Pondok Pesantren Dengan Berbasis Pada Manajemen Profesional Yang Islami Guna Menciptakan Suasana Kehidupan Di Lingkungan Pondok Pesantren Yang Tertib, Aman dan Damai.
3. Meningkatkan Citra Positif Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Yang Berwawasan Sains dan Teknologi Informasi Serta Tetap Melestarikan Budaya Tradisional Yang Islami.

Tujuan Pondok Pesantren AnNahdlah adalah:
1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang tinggi dalam pemahaman keagamaan.
2. Meningkatkan kemampuan daya saing secara internasional tentang ilmu pengetahuan.
3. Menghubungkan Indonesia dalam perkembangan ilmu pengetahuan internasional.
4. Menyiapkan generasi yang beretika mulia (akhlaq al-karimah) dan menjunjung tinggi nilai keteladanan.

Fokus Pengembangan Pondok Pesantren AnNahdlah
Pondok Pesantren AnNahdlah mengembangkan:
1. Mengembangkan dan membiasakan berbahasa Arab dan Inggris untuk menyiapkan generasi muslim yang dapat bersosialisasi dan berkompetisi di tingkat global. Maka AnNahdlah mengembangkan kursus Bahasa Arab/Inggris yang harus diikuti oleh semua santri.
2. Mengembangkan tradisi kajian kitab kuning sebagai sumber otentik doktrin-doktrin keislaman agar santri terbiasa hidup dengan berlandaskan pada otentisitas referensi.
3. Mengembangkan teknologi informasi sehingga santri mempunyai wawasan kehidupan yang luas.
4. Mengembangkan pola perilaku khas pesantren yang menjunjung tinggi etika, sopan santun dengan menempatkan kiai (dan bentuk-bentuk institusi terhormat lainnya) sebagai figur sentral keteladanan.

Pendidikan
Formal:
1. MTs
2. MA

Informal:
1. Kepesantrenan
2. Madrasah Diniyah
3. TKQ/TPQ
4. PPs ‘Ula dan PPs Wustha
5. Pendidikan Paket A, B, dan C

Fasilitas
Masjid, pesantren, asrama, kantor, dapur, gedung sekolah, lapangan, koperasi santri, aula, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, praktekum bengkel, gedung teater, minimarket, lap. futsal, lap. volley, lap. basket, gudang, kamarmandi/wc, klinik kesehatan.

Ekstrakurikuler
1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Hadrah
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik
12. Pengembangan Exacta (Lab Skill), Ketrampilan Wirausaha

Alamat
Jl. Tinumbu Dalam Lr.4 No.9 – (0411)314223 Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan


Data pesantren lebih lengkap per propinsi dan kabupaten/kota dapat dicek di wiki.laduni.id/pesantren
Untuk berpartisipasi memperbarui informasi ini, silakan mengirim email ke redaksi@laduni.id.