Gabungan Pengusaha Se Jawa Timur Tukar US$ 50 Juta ke Rupiah

Gabungan Pengusaha Se Jawa Timur Tukar US$ 50 Juta ke Rupiah

LADUNI.ID, Surabaya - Nilai tukar rupiah kembali melemah dalam neraca pada perdagangan Selasa pagi. Bahkan rupiah kembali ke level 14.900 per dolar AS. Dilansir Bloomberg, Selasa, (18/9/2018), mata uang Garuda tersebut melemah 39 poin ke Rp 14.919 per dolar AS.

Berbagai kebijakan sudah dikeluarkan oleh pemerintah untuk menguatkan rupiah, untuk mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar dibutuhkan kerjasama semua pihak terutama dari kalangan pengusaha, baru-baru ini gabungan pengusaha se Jawa Timur mengadakan acara dengan bertemakan "Bersatu menguatkan rupiah".

Tema tersebut menjadi bagian dari aksi jual dolar yang dilakukan oleh para pengusaha alias para 'crazy rich' se-Jawa Timur. Hal ini dilakukan semata-mata untuk membantu penguatan nilai tukar rupiah, yang terus tertekan dalam beberapa bulan terakhir.

Acara yang diadakan di Hotel Majapahit, Jalan Tunjungan, Surabaya ini dinisiasi oleh Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas). Bank Indonesia (BI) ikut bagian memfasilitasi penukaran dolar tersebut.

"Diharapkan kegiatan ini bisa menular ke daerah lain sehingga menjadi snowball effect," tegas Difi.
Bersatu menguatkan rupiah'. Tema tersebut menjadi bagian dari aksi jual dolar yang dilakukan oleh para pengusaha alias para 'crazy rich' se-Jawa Timur.

Hal ini dilakukan semata-mata untuk membantu penguatan nilai tukar rupiah, yang terus tertekan dalam beberapa bulan terakhir.

dikutip dari CNN Indonesia, Acara ini dinisiasi oleh Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas), difasilitasi oleh Bank Indonesia (BI) untuk penukaran dolar tersebut.

"Berangkat dari kepedulian Forkas untuk membantu menambah pasokan dolar di dalam negeri untuk mendukung rupiah. Malam ini secara simbolis kumpulan pengusaha menukarkan US$ 50 juta," kata Kepala Perwakilan BI Wilayah Jawa Timur Difi Ahmad Johansya, Kamis (20/9/2018).

Ada 38 asosiasi sektoral yang memiliki anggota lebih dari 10.000 perusahaan.

"Diharapkan kegiatan ini bisa menular ke daerah lain sehingga menjadi snowball effect," tegas Difi.