Mensyukuri Al-Badii’u

Mensyukuri Al-Badii’u

Oleh Dr. Sri Suyanta (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 23 Safar 1440

Saudaraku, tema muhasabah hari ini mengikuti urutan asmaul husnaNya Allah yang ke-95, yaitu al-Badii’u, setelah sebelumnya kita mengulangkaji tentang keberkahan mensyukuri al-Haadiy.

Al-Badii”u secara bebas dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha menciptakan segala sesuatu yang tidak ada bandingannya, baik dalam jenisnya, aneka ragamnya, bentuknya, keindahannya maupun karakteristik yang melekat pada makhlukNya.

Allah menciptakan bumi, langit, laut dan alam semesta dengan sangat indah yang tidak ada contoh sebelumnya sekaligus tidak ada bandingan setelahnya. Allah juga menciptakan manusia, malaikat, setan, binatang, tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam yang sangat mengangumkan karena keunikannya dan tidak ada contoh sebelumnya dan bandingan setelahnya.

Allah berfirman yang artinya, Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” Lalu jadilah ia (QS Al-Baqarah 117)

Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Qs. Al-An’aam 101)

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).(Qs. Al-Ruum 20-25)

Dan masih banyak sekali ayat Allah yang menerangkan tentang kemahapenciptaan Allah atas segala sesuatu. Oleh karena itu sudah seharusnya, kita memgembangkan akhlak untuk mensyukuri al-Badii’u baik di hati, lisan maupun praktik sehari-hari.

Pertama, mensyukuri al-Badii’u di hati dengan meyakini bahwa Allah maha pencipta segala sesuatu secara orisinil tidak ada preseden atsu contoh sebelumnya dan tidak ada bandingan setelahnya, baik dari kuantitas maupun kualitasnya. Kuantitas ciptaan Allah di samping banyak macamnya juga banyak jumlahnya. Kualitas ciptaan Allah, menyangkut hal-hal seperti keindahannya, kemmpuannya, kegunaannya dan seterusnya.

Kedua, mensyukuri al-Badii’u dengan memperbanyak ucapan alhamdulillahirabbil ‘alamin. Dengan memuji dengan asmaNya al-Badii’u, semoga Allah memberi kemampuan kepada kita untuk berkreasi menciptakan segala sesuatu yang dapat mendatangkan kemaslahatan bagi kehidupan.

Ketiga, mensyukuri al-Badii’u dengan tindakan nyata, seperti berusaha beradaptasi dan mengapresiasi perkembangan zaman akibat lahirnya (diciptakannya) ilmu pengetahuan dan tenologi dalam rangka mengabdi pada Allah swt.