Tajuk Ahad Laduni.id 4/11/2018: NU Muhammadiyah, Punggawa Pelempang Jalan Kemuliaan Generasi Muda

Tajuk Ahad Laduni.id 4/11/2018: NU Muhammadiyah, Punggawa Pelempang Jalan Kemuliaan Generasi Muda

Tajuk Ahad Laduni.id 4 November 2018

NU Muhammadiyah, Punggawa Pelempang Jalan Kemuliaan Generasi Muda Bangsa

Pagi pembuka minggu ini, diawali dengan kabar yang cukup menyesakkan dada, sebuah pesawat yang melayani penerbangan Jakarta – Pangkal Pinang telah terjatuh di perairan laut di seputar Karawang, Jawa Barat. Pesawat naas itu membawa tidak kurang 189 penumpang yang dipastikan tidak ada yang selamat dalam kecelakaan tersebut.

Sontak kabar tersebut memberikan tekanan emosi dan kesedihan masyarakat umum, ada apa gerangan dengan masalah yang terjadi pada pesawat yang masih baru tersebut? Lantas secara gotong royong seluruh pihak terkait dan relawan berjibaku melakukan evakuasi jenasah para korban.

Innalillahi waina ilaihi rajiuun, semoga para keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan serta keikhlasan, semoga para korban diberikan tempat terbaik oleh Allah SWT.

Namun, perasaan duka mayoritas anak bangsa atas korban pesawat yang jatuh tersebut seolah dinodai dan tidak dihargai oleh sekelompok orang yang melakukan demo dengan tuduhan pembakaran bendera Tauhid, sementara pihak kepolisian sudah menegaskan bahwa bendera yang dibakar oleh Banser adalah bendera organisasi terlarang di Indonesia: Hizbut Tahrir.

Terakhir mereka melakukan konsolidasi demo menggunakan cara-cara seperti di ambang kehancuran negara-negara Arab, yaitu menggunakan perkumpulan setelah selesai shalat Jumat untuk berdemo dengan kode “211” yang berarti mereka bergerak pada hari Jumat, 2 November.

Sementara, bagi sebagian ahli, sering menggunakan ayat Qur’an dari kode tersebut, untuk mengetahui gambaran atas aksi tersebut. Kode 211, bila dibuka di Qur’an akan bertemu dengan surat Al Baqarah ayat 11 yang artinya adalah

Dan apa bila dikatakan kepada mereka “janganlah berbuat kerusakan di bumi”, mereka menjawab, “sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.”

Kejadian di seputar inilah yang menyebabkan Ketua Umum dan jajaran Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bersilaturahmi dengan bertandang ke kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah yang mana menghasilkan empat point kesepakatan yang mana terkait dengan kondisi terkini, adalah NU dan Muhammadiyah menghimbau kepada semua pihak pada tahun politik ini agar mengedepankan kearifan, kedamaian, toleransi, dan kebersamaan di tengah perbedaan pilihan politik. Kontestasi politik diharapkan berlangsung damai, cerdas, dewasa, serta menjunjung tinggi keadaban serta kepentingan bangsa dan negara.

Kedua Ormas Islam terbesar di dunia ini juga menghimbau agar menghindari sikap saling bermusuhan dan saling menjatuhkan yang dapat merugikan kehidupan bersama. 

Yah, kedua ormas yang usianya lebih tua dibandingkan dengan usia berdirinya negara Indonesia ini, adalah pemegang saham utama negara, sehingga memperihatinkan dan memberikan keputusan bersama seperti di atas, karena tidak menginginkan Indonesia menjadi negara gagal total, hancur lebur, seperti Suriah dengan warga prianya banyak dibunuh dan para wanitanya dijadikan budak seks yang diperjualbelikan. Usaha NU Muhammadiyah adalah sebuah usaha besar untuk melempangkan jalan besar bagi kemonceran bangsa, jalan kemuliaan dan kehormatan generasi muda penerus bangsa.

Kehancuran negara telah menghancurkan harga diri warganya!

Sementara Indonesia, perlahan tapi pasti, mulai menunjukkan raksasa yang memiliki harga diri tinggi. Perhatikan ketika dalam minggu ini, pesawat tempur kita mengusir dua pesawat asing yang melintas tanpa izin. Begitu juga bagaimana Malaysia telah dengan sengaja mematuhi kesepakatan untuk membongkar mercusuarnya yang berada di wilayah Indonesia. Kejadian-kejadian yang memberikan kepercayaan kepada bangsa Indonesia untuk berdiri dengan tatapan muka tegak ke depan!

Maka, sudah selayaknyalah, kita semua turut menjaga bangsa Indonesia untuk tetap tenang dan damai! Karena hanya dengan itulah hubungan kemajuan dalam beragama dengan kehormatan bangsa dapat tumbuh bersama secara mutualisme.

Salam Islam Nusantara!
Salam Indonesia Mercusuar Dunia!

Tags