Jangan Suriahkan Indonesia

Jangan Suriahkan Indonesia

LADUNI.ID - Perang hanya sisakan duka. Apalah arti gloritas perang selain kerusakan, luka berabad, dan duka yang panjang? Apalah arti kemenangan dari sebuah peperangan dibandingkan pilunya porak-poranda peradaban kemanusiaan kita?

Lalu, kenapa falsifikasi bendera HTI itu didukung oleh mereka-mereka yang benderang akan haus kekuasaan? Harus berapa banyak lagi kebohongan yang diproduksi dan direplikasi hanya untuk menseolahkan bahwa bendera HTI itu adalah bendera tahuid--dan karenanya semua umat Islam digiring untuk sentimentil-patriotik terhadapnya. Bendera HTI itu senyatanya sudah sepaket dengan penetapan HTI sebagai organisasi terlarang di Indonesia. Lalu kenapa mereka melakukan provokasi kepada kita.

Jangan tanya lagi soal tauhid kepada kami. Jangan ajarkan soal keimanan kepada kami. Kami sudah ada sebelum republik ini ada, kami ikut memperjuangkan kemerdekaannya, bukan hanya dengan doa, melainkan darah juga airmata.

Kami hanya peduli pada negara yang diperjuangkan oleh kakek-nenek kami, oleh para kiai dan guru-guru kami. Pada kami, mereka menitipkan keindonesiaan seperti ini adanya. Semua setara tanpa ada dominasi agama atau elemen sektarian apapun. Aman berdampingan sejajar dalam kerangka baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur--negara makmur yang selalu diberkati Tuhan.

Bendera-bendera hitam itu, mengingatkan kami pada Syria, Yaman, dan Iraq yang luluh lantak. Masjid-masjid dan makam-makam ulama yang kami hormati sudah rata dengan tanah. Bukan oleh agama lain, melainkan oleh bengisnya tangan-tangan kotor yang membawa panji-panji hitam yang bertuliskan kalimat tauhid itu.

HTI, ISIS jelas memiliki motivasi yang sama dalam cita-citanya untuk mengganti sistem kenegaraan dengan sistem yang hanya akan mengakui satu kelompok. Daya rusak mereka sudah banyak kita rasakan. Jangankan terhadap saudara kita yang beda agama, kita yang satu agama pun masuk di dalam top list musuh mereka. Masih ingat anggota asal ISIS asal Malang yang sudah pindah ke Syiria dan mengeluarkan ancaman untuk membunuh anggota Ansor/Banser melalui video beberapa tahun lalu? Itu hanyalah salah satu dari banyak bukti.

Jangan biarkan HTI dan kelompok-kelompok yang senafas dengannya mengalahkan kedamaian dan bersatunya keindonesiaan kita. Jangan biarkan mereka terus menerus mereproduksi teologi kebencian untuk memporak-porandakan negeri damai yang diberkati Allah ini. Tugas kita berat, mereka sudah merambah kemana-mana. Betapapun itu, kewajiban kita untuk meneruskan negari warisan pendiri negara ini. Walau pun harus dengan airmata, bahkan darah.

Jangan Suriah-kan Indonesia kami.
Jangan Yaman-kan Indonesia kami.
Perang hanya akan tinggalkan duka.
Lihatlah murid-murid di Yaman ini. Betapa perang merenggut mimpi kanak-kanak mereka.

Oleh: Irham Saifuddin