Segeralah Hijrah dari Kata-Kata Ini

Segeralah Hijrah dari Kata-Kata Ini

Saya sering mendengar dari adik-adik saya ataupun anggota tim kerja saya di kantor yang millenial yang berujar singkat dengan nada kepasrahan, “ntar saja deh, kita ngikut ke mana air mengalir saja…”.

Kata-kata sederhana itu biasanya sebagai sebuah jawaban dari pertanyaan yang biasanya mereka tidak bisa menjawab atau tidak bisa memprediksikan atau tidak bisa merencanakan apa yang akan terjadi kemudian. “Ku maha engke…” kata orang Sunda.

Biasanya tidak seberapa lama, saya panggil adik yang bicara tersebut, saya tanyakan, “mengapa kamu menjawab begitu?”

Biasanya juga mereka tidak bisa menjawab. Diam. Berpikir.

Sayangnya, biasanya saya langsung memberondong juga.

“Kamu pernah perhatikan aliran sungai?” tanya saya singkat.

Mereka akan menjawab pelan, “pernah…” dengan ekspresi mengangguk kepala.

Saya melanjutkan, “benda apa yang kau lihat ikut di aliran sungai itu?”

Mereka terdiam.

“Perhatikan, benda-benda yang ikut aliran sungai itu, biasanya, mohon maaf, sampah yang berupa plastik ataupun kertas, atau barang-barang yang tidak berguna, atau maaf… kotoran manusia…”, saya perhatikan wajah yang di depan saya pada kata-kata saya terakhir yang agak saya tekan sedikit.

Saya lihat, wajah itu mengernyitkan dahi, pertanda jijik, semoga sudah mulai masuk ke hatinya.

Sebelum wajah itu berubah normal, saya teruskan lagi, “ya, hanya benda-benda yang tidak punya berat yang signifikan yang akan terhanyut ikut aliran sungai… mereka tidak punya ketetapan yang berat, layaknya bebatuan yang keras punya ketetapan, yang pasti mereka memiliki harga, apalagi batu yang terkena terjangan air adalah batu permata, maka akan sangat mahal harganya…”

Ya, demikianlah adik-adikku…

Jangan pernah merasa menyerah dengan masa depan atau gambaran di waktu mendatang tentang kehidupan kita, jangan pernah tidak mempedulikannya. Jangan pernah membayangkannya, karena bila kita tidak mampu, maka seiring waktu, kita akan berjalan tanpa arah, layaknya sampah yang ikut mengalir pada air sungai tadi.

Adik-adik sekalian harus mampu membaca diri sendiri, mengetahui kemampuannya, mengetahui kelemahan dan kekuatan adik-adik sekalian. Hingga berani menatap ke depan, apa yang harus adik-adik kembangkan sesuai kekuatan adik-adik sekalian.

Banyak di antara kita, yang seiring umur, tidak berani menentukan gambaran masa depannya, lantas merasa gelap, tidak mampu menentukan arah, terombang-ambing dalam kerisauan, dan terus risau, hingga pada akhirnya merasa menyesal, karena waktunya terbuang sia-sia.

Katakanlah, misalnya, ketika ditanya temennya, “kira-kira kapan kamu akan lulus kuliah?”

Bila adik-adik tidak memiliki gambaran masa depan, bisa jadi, ya akan menjawab sekenanya, semisal “ntar saja deh…” atau “terserah nanti aja deh…” atau “tauk dah gelap…”, sebuah jawaban cengeng, loser, pecundang, yang tanpa harapan pemenang.

Menyerah, hingga merasa terputus dari rahmat Allah SWT.

Maka, bila adik-adik memiliki jawaban menyerah, lemah, letoy seperti di atas, segeralah HIJRAH, segeralah tentukan medan JIHAD masa depanmu, adik-adiklah penentu masa depan adik-adik sekalian. Jangan takut, mestinya segera menjawab, “insya Allah aku akan lulus 2 tahun lagi, karena aku akan segera mendaftar S2 di ITS di tahun itu juga” bila perkuliahan sudah berjalan empat semester atau “insya Allah aku akan lulus tahun 2019, lantas aku pengin segera bekerja di Pertamina” bila perkuliahan sudah berjalan enam semester.

Jawaban ini adalah jawaban-jawaban yang bagus, yang memberikan gambaran adik-adik sekalian memiliki keberanian menentukan masa depan.

Kalau sudah berani menentukan titik-titik kesuksesan masa depan, maka tugas berikutnya adalah memiliki keberanian menapaki titik-titik pencapaian masa depan tersebut dengan tetap memohon perlindungan dari Allah SWT.

Perlahan menapaki kegiatan dalam satu semester kuliah, dua semester, satu tahun, dari kegiatan-kegiatan bulanan, mingguan, dan harian.

Kami menyarankan agar adik-adik sekalian, segera mendaftar di http://laduni.id/member untuk segera bersama-sama kawan-kawan adik-adik sekalian untuk menentukan titik-titik pencapaian kesuksesan adik-adik sekalian serta memperoleh bimbingan untuk mencapainya.

 

Selamat ber HIJRAH
Selamat ber JIHAD

 

Cak Usma