DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Peristiwa-peristiwa besar dan bersejarah yang terjadi di bulan Ramadhan menunjukkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi kebenaran, dan bahwa slogan puasa yang diwajibkan di bulan Ramadhan itu tidak lain menyiratkan makna kekuatan, jihad dan kerja.
Dalam setiap perayaan Tahun Baru Imlek, pemandangan yang menghangatkan kerap terlihat di sejumlah vihara dan klenteng di Indonesia, terpampang foto Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur.
Pada awal abad ke-9, Bizantium dan Abbasiyah terlibat dalam serangkaian konflik besar yang memperebutkan wilayah perbatasan di Anatolia dan Suriah. Salah satu bab penting dari konflik ini terjadi antara tahun 831-834 Masehi, di masa pemerintahan Kaisar Theopolis dan Khalifah Al-Makmun.
Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Hindia Belanda kala itu, mencatat bahwa suara letusan terdengar hingga pulau-pulau yang jauh, bayangkan, Jawa, Sumatera, bahkan Maluku dihantui suara mengerikan itu. Puncak letusan terjadi pada 10 April 1815 Masehi, ketika hampir seluruh isi perut bumi dimuntahkan dalam satu ledakan kolosal.
Perang Badar besar mengandung banyak pelajaran dan catatan penting yang patut direnungkan, selain mukjizat agung terkait pertolongan Allah terhadap kaum mukmin yang memegang prinsip keimanan dalam menunaikan tanggung jawab keagamaan mereka.
Jumhur ulama sepakat bahwa perjalanan ini dilakukan Rasulullah SAW secara jasmani dan ruhani sekaligus. Ini merupakan salah satu mukjizatnya yang agung, yang dianugerahkan Allah kepadanya. Kisah lengkap mengenai peristiwa ini dituturkan Bukhari dan Muslim.
Menurut Syaikh Ramadhan Al-Buthy Piagam Madinah ini menjadi pilar penting yang ditegakkan Rasulullah karena berkaitan dengan nilai konstitusional bagi sebuah negara yang baru terbentuk.
Mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar di atas prinsip kebenaran, persamaan, dan hak saling mewarisi setelah mati adalah langkah yang ditempuh Rasulullah berikutnya. Ikatan persaudaraan mereka lebih kuat daripada ikatan nasab dan kekerabatan.
Menurut Syaikh Ramadhan Al-Buthy, Hijrah Rasulullah ke Madinah menandai terbentuknya wilayah Islam (Darul Islam) pertama di muka bumi, selain menandai berdirinya negara Islam (Daulah Islamiyyah) di bawah kendali langsung sang pendiri, yakni Nabi Muhammad SAW.
Setiap malam, Abu Ayyub dan istrinya menyiapkan makanan untuk Rasulullah SAW. Mereka mengirimkannya dengan penuh hormat dan penuh harap akan keberkahan. Bila beliau mengembalikan sisa makanannya, mereka biasanya segera mencari bagian yang disentuh tangan beliau.