INFAK / SEDEKAH/ DONASI/ SUMBANGAN untuk LADUNI.ID
Seluruh dana yang terkumpul untuk operasional, pemeliharaan, dan pengembangan portal dakwah Islam ini
Nasihat Imam Syafi’i yang dituangkan dalam syair indah di atas sangat relevan dalam kehidupan modern. Pola hidup tidak sehat, konsumsi makanan dan minuman berlebihan, serta hilangnya kontrol diri dalam berbagai aspek kehidupan sering kali menjadi sumber penyakit dan penderitaan.
Sebuah kisah menarik tentang Bung Karno dan perjalanannya menemui Kyai Achmad Basyari diungkapkan dalam buku otobiografi Pasang Surut Pengusaha Pejuang (1986) yang dituturkan oleh Hasjim Ning kepada A.A. Navis. Dalam buku ini, Hasjim Ning menceritakan pengalamannya mendampingi Sang Proklamator ke Sukanagara, Cianjur, dalam situasi genting pasca-proklamasi.
Habib Hasan adalah anak sulung dari Habib Ja’far Assegaf yang lahir di Bogor pada 26 Februari 1977.
Syaikhah Rahmah dikenal sebagai pendiri perguruan untuk wanita Islam pertama di Indonesia yakni Madrasah Diniyah Puteri (Madrasah Diniyah li al-Banat) di Padang Panjang. Perguruan yang saat ini meliputi taman kanak-kanak hingga sekolah tinggi.
Para kyai pesantren juga sering mengingatkan betapa istimewanya kedudukan ilmu. KH. Maimoen Zubair pernah dawuh, "Ora ono kemanfaatan zaman saiki kejobo wong iku iso ngaji." (Tiada sesuatu yang lebih bermanfaat di zaman ini kecuali jika ia bisa mengaji (paham ilmu agama).
Sanad adalah fondasi yang tak tergantikan dalam memahami dan menyebarkan ilmu agama. Sanad menjadi benteng untuk menjaga otentisitas ajaran Islam, sebagaimana ditegaskan oleh para ulama berdasarkan pesan-pesan yang tersirat dalam Al-Qur’an.
Sebagai seorang lulusan pesantren, pada tahun 1985, beliau mengembangkan majelis ta'lim At-Tarbiyah milik ayahnya. Kyai Hasan mendirikan pondok Pesantren Attarbiyyah yang beliau Kembangkankan di tahun 2000 menjadi yayasan, saat beliau menjadi anggota dewan.
Keadaan setiap orang sering kali berubah. Tidak semua orang baik. Terkadang orang yang sering berbuat baik, pada satu kesempatan tertentu melakukan khilaf. Demikian pula orang yang sering kali berbuat maksiat, pada satu kesempatan akan tergerak dalam melakukan kebaikan.
Alkisah, Imam Malik (guru Imam Syafi'i) dalam sebuah pengajian di majelisnya pernah menyampaikan bahwa sesungguhnya rezeki itu datang tanpa sebab, cukup dengan tawakkal yang benar, niscaya Allah akan memberikan rezeki.