Kolom

 

Kolom Gus Nadir : Mengenal Khalifah yang Gay

 Ini bermula dari cuitan seorang pendukung HTI yang mengkritik sistem sekuler berdasarkan HAM (hak asasi manusia) yang membuka lebar pintu kemaksiatan. Dicontohkan soal LGBT.

Risman Rachman, Sosok The Invisible Man dan Inspirator Asia

Sebagai aktivis dan jurnalis, dia bukan tokoh "kemaren sore". Banyak konsep ia tuangkan, dan akhirnya dijalankan oleh para juniornya. Bahkan, dia telah mengkader banyak orang, baik aktivis ataupun jurnalis

 Mudik Asyik Bebas Sampah Plastik

Setiap perantau sudah me­ren­canakan jauh-jauh hari keberangkatan mereka terma­suk transportasi dan akomodasi selama pulang kampung

Gus Baha: Indonesia Tertinggi Kelasnya di Dunia

Kita mendapati satu sejarah bagaimana Abu Hasan berbeda dengan tokoh-tokoh NU, bagaimana pula bedanya Gus Dur dengan Kiai As’ad Syamsul Arifin tentang asas tunggal Pancasila.

Kebiasaan Memuji Penguasa ala Imam Ghazali

 Ini cuma cerita kecil tentang bagaimana seorang ulama berusaha menyelaraskan antara ilmu dan amal, antara apa yang ia katakan dengan apa yang ia lakukan. Ulama yang dimaksud adalah Abu Hamid al-Ghazali, guru Sufi dari Persia abad ke-11. Ulama kelahiran Thus

Mengapa Laki-laki DIsebut Rajul?

 Setiap kata yang muncul dalam suatu bahasa memiliki; cerita, kisah, dan asbab. Ia tidak muncul dari sesuatu yang kosong, bahkan pilihan huruf dalam setiap kata, juga memiliki arti tersendiri, maka rangkaian huruf yang menjadi kata, memiliki kisahnya tersendiri.

Sabili Sang Majalah Jurnalisme Berdarah

Seiring dengan banyaknya poster dan selebaran ajakan berjihad, Majalah Sabili menemukan momentumnya. Takdir menghampirinya. Tirasnya melejit. Laris manis bak permen Milkita

Belajar Agama dari Nastar dan Toples

Lebaran belum usai. Nastar wa akhwatuhu masih berjejer rapi di dalam toples dengan berbagai macam bentuknya. Dari bentuk toples berwajah lokal, plastik, kaca hingga kaleng bermerk jajanan populer yang biasa berderet rapi di etalase pertokoan turut mewarnai kemasan jajanan lebaran.

Suka Menebar Hoak dan Fitnah, Berujung Su'ul Khatimah Akhir Kehidupan?

Makanya kita dilarang mencela seseorang dengan sebutan yang tidak baik bahkan melebelnya dengan ungkapan yang tidak wajar, bisa jadi orang tersebut di akhir hayat meraih husnul khatimah dan lebih baik dari sang pencela.

Kolom Gus Nadir : Tafsir An Nur ayat 55 dan Kembalinya Khilafah, Benarkah?

Belakangan ini kembali para pendukung khilafah mengelabui publik dengan mengklaim bahwa “Kembalinya khilafah sebagai wujud kekuasaan umat Islam merupakan janji Allah SWT dalam QS an-Nur ayat 55: