Salah satu kegagalan banyak pihak memahami diskursus Islam NUsantara adalah dengan nyinyir seolah-olah warga NU itu anti segala hal berbau Arab. Maka mereka nyinyir kalau melihat tulisan saya mengutip sejumlah kitab Tafsir berbahasa Arab. "Anti-Arab kok mengutip kitab berbahasa Arab!" kata mereka.
ISLAMsebagai agama yang universal syariatnya mencakup segala aspek kehidupan. Bukan hanya dalam koridor hubungan verikal (hamblum minallah) bahkan hubungan horizontal juga diatur dan dibahas sedemikian detailnya. Termasuk bagaimana kita berinteraksi dengan ulama, bahkan memandang wajah ulama juga bernilai pahala termasuk duduk dengan ahli ilmu (ulama)
Melihat fenomena ini hukum memilih pemimpin merupakan wajib, namun wajib disini bukan wajib ain, tetapi wajib kifayah sebab intinya hasil maksud. Dalam kitab
PEMILU merupakan pesta demokrasi untuk menentukan masa depan bangsa kita dengan memilih wakil rakyat dan pemimpin tentunya yang mampu membawa negara dan bangsa serta agama kita ke arah yang lebih baik
Mengapa saudara-saudara mengeluh padahal seharusnya sejak dari Tanah Air saudara-saudara sudah mempelajari situasi Arab Saudi dan siap mental untuk mengalami udara panas
Beliau juga mengingatkan manusia akan hakikat bahtera kehidupan ini. Bahwa dunia hanyalah ladang bercocok tanam yang hasilnya akan dipanenkan di negeri akhirat. Manusia hanyalah makhluk
Bukan hanya itu Islam juga membuka pintu ke arah itu dengan berpoligami. Namun alangkah sangat di sayangkan masih ada yang masih menunda untuk menikah alias berjomblo
Islam itu berdiri tegak, tidak hina walau dihina, tidak juga mewah-megah walau disanjung tanpa ujung. Islam adalah idealitas meta-historis dengan segala kesempurnaannya yang harus terus diterjemahkan dan dipelajari hingga penghujung waktu itu berhenti. Sekiranya ada kelompok yang merasa berdiri di puncak kesempurnaan
Semakin hari pesona bangsa ini makin eksotik. Eksotisme itu tidak hanya dari alam dan manusianya saja, tapi juga dari dinamika nalar masyarakatnya.
Banyak hal lain yang bernilai pahala seperti memandang laut, melihat wajah orang tua dan lainnya. Telah diterangkan dalam sebuah Hadis Rasulullah SAW berkenaan persoalan yang telah dikemukakan