LADUNI.ID, Al-Junaid bin Muhammad bin al-Junaid Abu Qasim al-Qawariri al-Khazzaz al-Nahawandî al-Baghdadi al-Syafi'i, atau lebih dikenal dengan Al-Junaid al-Baghdadî, lahir di Nihawand, Persia, tetapi keluarganya bermukim di Baghdad, tempat ia belajar hukum Islam mazhab Imam Syafi'i, dan akhirnya menjadi qadi kepala di Baghdad.
Diceritakan di dalam kitab Thobaqôt asy-Syâfi`iyah al-Kubrô yang dikarang oleh Imam Tajuddin as-Subki (versi Daru Ihya’il Kutub al-Arobiyah, II: 243-245), ketika membahas tokoh bernama Muhammad bin Aqil al-Firyabi, terdapat kisah pertemuan Syaikh laki-laki dengan Imam Syafi`i.
salah satu keistimewaan di kala Mbah Delan mbalah kitab ini. Saat pengajaran sampai pada bab istisqa', maka pada saat itu pula langit akan tertutup mendung, walaupun sebelumnya suasana cerah
Gus Dur menanggapi dengan balik bertanya, "Lha jadi satpamnya Indonesia itu apa kurang mulia?"
LADUNI.ID, Kitab Al-‘Ushfuriyah menyebutkan, bahwa ada seorang fasik (orang yang suka melakukan maksiat) meninggal dunia dan masyarakat di sekitarnya tidak mau memandikan dan menguburkan jenazahnya karena ulah buruk yang sering dia lakukan.
Saat menjabat presiden, Gus Dur pernah dimarahi dan dibentak oleh istri protokoler istana. Kisahnya?
Ternyata mereka adalah manusia yang suka berzina, meninggalkan yang halal untuk mereka dan mendatangi yang haram
Kita pun sangat mengharapkan berbagai perbedaan pendapat di kalangan ulama dan ahli ilmu dapat mengikuti tradisi pendahulu dengan “perang”ilmiah kitab di balas dengan kitab, minimal pendapat di tulis dalam bentuk karangan sehingga lebih menghidupkan ruhul dan semangat Islam yang sempat tenggelam. Semoga
berbagai jenis baik sovenir, peci khas Syekh Abdul Wahab Rokan, juga jenis kuliner, buku tentang tarekat dan Syekh Abdul Wahab Rokan serta lainnya.
pergi ke Palestina. Ketiga, Peristiwa Isra’ Mi’raj adalah mukjizat. Kalau hanya dengan ruhnya saja banyak orang bisa melakukan, tentu tidak aneh lagi, sedangkan mukjizat adalah kejadian yang di luar kebiasaan manusia yang dianugerahan Allah kepada para nabi. Keempat,saat kejadian Isra’ Mi’raj Muawiyah masih kafir dan ‘Aisyah masih kecil. Maka akurasi pendapat keduanya msih diragukan