Habib Munzir Al-Musawa berkata: Rasul Saw menyukai minyak wangi, guru mulia kita memakai minyak wangi di telapak tangan dan punggung tangan.
Ada sebuah kisah yang mengisyaratkan bahwa KH. R. As’ad Syamsul Arifin memang bukanlah ulama sembarangan. Kisah itu terjadi pada saat Kiai Mujib (teman KH. As’ad) diajak KH. As’ad menghadiri delapan acara walimah haji yang berada di luar kota.
Banyak artis dan musisi yang ingin "hijrah", tapi sayang salah cari ustad. Mereka mau "hijrah" tapi tidak paham ilmu keislaman, terus “digarap” sama ustad garis keras. Akhirnya menjauhi profesinya.
Karena prilaku anaknya yang nakal tersebut, akhirnya KH. Wahid memohon kepada Masduqi Ali untuk menemani, membimbing dan mengasuh Gus Dur. Maka sejak itulah, KH. Masduqi Ali menjadi sosok pengasuh Gus Dur.
Kisah ini terjadi ketika ada seorang perempuan mengadukan dan bercerita kejelekan suaminya kepada Habib
Salah satu murid Imam Syafi’I yaitu Imam Ahmad bin Hanbal r.a. atau yang dikenal dengan Imam Hambali pernah bercerita di masa akhir hidupnya.
Ada seorang yang bertanya mengenai, apakah yang menjadi tanda-tanda orang yang bertakwa? Pertanyaan ini diungkapkan oleh seorang bapak yang beralamat di Jl. Diponegoro 47 Parakan. Berikut penjelasan KH Mustofa Bisri.
Untuk bisa memasuki pintu surga dibutuhkan alat pembukanya, yaitu kuncinya. Kunci pintu surga ini berbeda dengan kunci-kunci yang ada di dunia yang berupa benda mati, seperti besi atau logam. Kunci pintu surga berupa amaliyah yang dilakukan oleh seorang hamba semasa hidupnya di dunia.
Pesantren dapat menerima perkembangan ilmu pengetahuan dari manapun datangnya, tetapi juga tetap menghargai pemahaman keagamaan konservatif sepanjang memberikan manfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan mereka.
Pada suatu malam, KH. Abdul Hannan berkeliling melihat-lihat kamar para santri yang sedang istirahat (tidur), beliau melihat di dalam salah satu kamar ada cahaya yang terpancar dari wajah salah seorang santri. Santri tersebut adalah KH. Syaerozie.