Panduan Bacaan Shalawat dan Taradhdhi bagi Bilal dan Jamaah Tarawih

 
Panduan Bacaan Shalawat dan Taradhdhi bagi Bilal dan Jamaah Tarawih
Sumber Gambar: detik.com, Ilustrasi: laduni.ID

Laduni.ID, Jakarta - Dalam praktik shalat Tarawih di Indonesia, sering kita jumpai lantunan shalawat dan taradhdhi (membaca  (رَضِيَ اللهُ عَنْهyang dikumandangkan sebelum melaksanakan shalat Tarawih. Shalawat ditujukan sebagai doa kepada Nabi Muhammad SAW, sedangkan taradhdhi merupakan doa bagi para khalifah pengganti Rasulullah. Biasanya, bacaan ini dipimpin oleh seorang bilal yang kemudian diikuti oleh seluruh jamaah.

Pada dasarnya lantunan shalawat dan taradhdhi dalam shalat Tarawih bukan hanya sebatas kebiasaan turun-temurun, tetapi juga memiliki hikmah yang mendalam. Selain sebagai doa, bacaan ini memberikan waktu jeda bagi jamaah, membantu menghitung jumlah rakaat, dan meningkatkan kekhusyukan dalam ibadah.

Selama tidak bertentangan dengan syariat, tradisi tersebut bisa menjadi amalan baik yang memperkaya spiritualitas umat Islam dalam bulan suci Ramadhan.

Di bawah ini adalah susunan bacaan shalawat dan taradhdhi yang umum dipraktikkan di masjid-masjid di Indonesia, khususnya di kalangan warga Nahdliyin. Berikut rincian dan tata cara pembacaannya sebelum berdiri mendirikan shalat Tarawih:

Shalat Tarawih Dua Rakaat Pertama

Bilal membaca:

صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيح رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمْ الله

Jamaah membaca:

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN