Hukum Puasa bagi Wanita Haid dan Nifas

 
Hukum Puasa bagi Wanita Haid dan Nifas
Sumber Gambar: Freepik, Ilustrasi: laduni.ID

Laduni.ID, Jakarta - Puasa merupakan salah satu ibadah utama dalam Islam, terutama di bulan Ramadhan. Namun, terdapat kondisi tertentu yang menyebabkan seseorang tidak diwajibkan berpuasa, bahkan dilarang, seperti halnya wanita yang sedang mengalami haid atau nifas. Para ulama telah sepakat bahwa puasa wanita haid dan nifas tidak sah, bahkan haram dilakukan, tetapi wajib diqadha di lain waktu.

Mengenai hal ini, dalam kitab Is'adur Rafiq disebutkan:

(ولا يصح) الصوم مطلقا رمضان أو غيره.... من حائض ونفساء ولو لحظة من النهار لأن من شرطه النقاء منهما كل اليوم ويحرم عليهما الإمساك بنيته ولا يجب عليهما تعاطى مفطر (و) لكنهما (يجب عليهما)... (القضاء)

Begitu pula tidak sah (puasa Ramadhan atau puasa lainnya) bagi wanita yang sedang haid atau nifas, meskipun hanya sesaat di siang hari, karena salah satu syarat sahnya puasa adalah suci dari keduanya sepanjang hari. Dan diharamkan bagi wanita haid dan nifas menahan diri dengan niat puasa, begitu juga mereka tidak diwajibkan melakukan sesuatu yang membatalkan puasa. Namun, mereka tetap wajib mengqadha puasa yang ditinggalkan.”

Hal ini juga diperjelas dalam kitab Tuhfatul Muhtaj:

وَيَحْرُمُ كَمَا فِي الْأَنْوَارِ عَلَى حَائِضٍ وَنُفَسَاءَ الْإِمْسَاكُ أَيْ: بِنِيَّةِ الصَّوْمِ فَلَا يَجِبُ عَلَيْهِمَا تَعَاطِي مُفْطِرٍ وَكَذَا فِي نَحْوِ الْعِيدِ خِلَافًا لِمَنْ أَوْجَبَهُ فِيهِ وَذَلِكَ اكْتِفَاءً بِعَدَمِ النِّيَّةِ

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN