Dua Sifat Manusia yang Dikritisi Ali bin Abi Thalib, Apakah Anda Mengalaminya?

 
Dua Sifat Manusia yang Dikritisi Ali bin Abi Thalib, Apakah Anda Mengalaminya?
Sumber Gambar: Pinterest, Ilustrasi: Laduni.ID

Laduni.ID, Jakarta - Manusia akan meraih keberuntungan jika selalu menggunakan logika berpikir yang benar dan tidak mengikuti hawa nafsunya.

Sejarah telah menunjukkan bahwa banyak peradaban terdahulu hancur karena terlalu terpengaruh oleh hawa nafsu dan tidak mempertimbangkan dampak jangka panjang dari tindakan mereka.

Sejarah memiliki kecenderungan untuk berulang. Dalam setiap periode, ada individu yang cenderung mengulangi pola pikir atau kebiasaan buruk dari masa lalu.

Hal ini dapat dijelaskan melalui sifat manusia sebagai makhluk sosial yang mudah terpengaruh oleh tradisi dan norma-norma yang diwariskan oleh generasi sebelumnya.

Abu Al-Lais As-Samarkandi dalam kitab Tanbih al-Ghafilin mengutip perkataan sahabat Ali bin Abi Thalib yang berbunyi:

ﺇﻧﻤﺎ ﺃﺧﺸﻰ ﻋﻠﻴﻜﻢ اﺛﻨﺘﻴﻦ: ﻃﻮﻝ اﻷﻣﻞ ﻭاﺗﺒﺎﻉ اﻟﻬﻮﻯ. ﻓﺈﻥ ﻃﻮﻝ اﻷﻣﻞ ﻳﻨﺴﻲ اﻵﺧﺮﺓ ﻭاﺗﺒﺎﻉ اﻟﻬﻮﻯ ﻳﺼﺪ ﻋﻦ اﻟﺤﻖ

“Sungguh aku mengkhawatirkan kalian atas dua hal. Pertama, Terlalu berangan-angan kosong. Kedua, Mengikuti hawa nafsu. Padahal terlalu berangan-angan akan melupakan kehidupan akhirat dan terlalu mengikuti hawa nafsu akan menutup pintu kebenaran.”

Kekhawatiran ini berlandaskan pada kenyataan bahwa banyak manusia terlena oleh materi dan seringkali tertipu oleh kepentingan sesaat.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN