Perintah Ilahi: Jangan Memaki Sesembahan Mereka!
LADUNI.ID, Jakarta - Perintah Ilahi: Jangan Memaki Sesembahan Mereka!
Oleh: Nadirsyah Hosen (Rois Syuriyah PCI NU Australia-Selandia Baru)
Mari kita bahas Tafsir surat al-An’am ayat 107-108:
“Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukanNya. Dan Kami tidak menjadikan engkau pengawas bagi mereka; dan engkau sekali-kali bukanlah pemeihara bagi mereka. Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, maka akibatnya mereka akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami perindah bagi setiap umat amal mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia beritahukan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”
Kalau Allah mau, semua penduduk dunia ini beriman kepada Allah, tapi Allah hendak menguji hambaNya dan mengundang mereka beriman melalui kesadaran dan bukti-bukti Allah yang Allah berikan, termasuk dengan menghadirkan para utusanNya, yang bertugas mengajak, menasehati dan menjelaskan; bukan memaksa, menindas atau meneror mereka.
Jadi, tidak perlu marah atau sedih kalau orang musyrik tidak menghiraukan dakwah Islam. Nabi pun pernah diingatkan ”Kalau seandainya Tuhanmu menghendaki, tentu berimanlah semua manusia dibumi. Maka apakah engkau (Muhammad) akan memaksa manusia hingga mereka menjadi orang-orang yang beriman semua? ( QS Yunus 10:99).
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Kunjungi Juga
- Pasarkan Produk Anda dengan Membuka Toko di Marketplace Laduni.ID
- Profil Pesantren Terlengkap
- Cari Info Sekolah Islam?
- Mau Berdonasi ke Lembaga Non Formal?
- Siap Berangkat Ziarah? Simak Kumpulan Info Lokasi Ziarah ini
- Mencari Profil Ulama Panutan Anda?
- Kumpulan Tuntunan Ibadah Terlengkap
- Simak Artikel Keagamaan dan Artikel Umum Lainnya
- Ingin Mempelajari Nahdlatul Ulama? Silakan
- Pahami Islam Nusantara
- Kisah-kisah Hikmah Terbaik
- Lebih Bersemangat dengan Membaca Artikel Motivasi
- Simak Konsultasi Psikologi dan Keluarga
- Simak Kabar Santri Goes to Papua
Memuat Komentar ...