Sosial Budaya

 

Islam Ramah Lingkungan, Merawat Bumi dengan Spirit "Green Islam"

Gerakan Green Islam adalah upaya menjaga lingkungan yang berlandaskan ajaran Islam. Ini bukan sekadar tren, melainkan gerakan yang menekankan keseimbangan antara manusia dan alam, sebagaimana diajarkan dalam Islam.

Sejarah Minuman Kopi dari Sudut Pandang Kaum Sufi

Kopi bukan sekadar minuman yang menemani keseharian banyak orang di dunia, tetapi juga memiliki sejarah yang kaya dalam tradisi Islam, khususnya di kalangan ulama dan sufi. Minuman ini tidak hanya dikonsumsi karena rasanya yang nikmat, tetapi juga diyakini memiliki manfaat bagi kesehatan dan ibadah.

Antara “Baju Koko”, “Baju Surjan”, dan “Baju Takwa”

Mungkin tidak sepenuhnya benar, tetapi banyak catatan yang menunjukkan bahwa Baju Koko yang kini diindentifikasi kaum Muslim Indonesia sebagai “Baju Takwa”, ternyata ada yang mengatakan berakar dari pakaian khas pria Tionghoa, Tui-Khim.

Gus Dur, “Bapak Tionghoa Indonesia” yang Menjadi Simbol Perjuangan untuk Kesetaraan dan Pluralisme

Bagi Gus Dur, masyarakat Tionghoa adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa Indonesia. Beliau menekankan pentingnya membuka semua pintu kehidupan bagi mereka agar dapat berkontribusi sepenuhnya sebagai warga negara Indonesia.

Fadli Zon dan Ismail Fajrie Alatas Bicara soal Sejarah, Kebangsaan, dan Membangun Tanah Air

Hal ini juga refleksi kritis Fadli Zon mengenai politik identitas, nasionalisme, dan tantangan akademis global. Obrolan ini mengungkapkan cara pandang keduanya terhadap dinamika identitas dan negara, serta bagaimana keduanya merenungkan peran sejarah dan budaya dalam membentuk identitas politik.

Desa Milangkori: Sebuah Refleksi Perjalanan Makna di Tengah Gemuruh Modernisasi

Desa dalam pandangan masyarakat Jawa bukan sekadar ruang geografis, melainkan cerminan nilai-nilai kehidupan yang luhur. Konsep Milangkori mengajarkan kita untuk tidak hanya melihat desa sebagai tempat, tetapi sebagai metafora perjalanan hidup.

Tentang Surat Cinta Gus Dur

Suatu hari, manakala aku selesai mengaji kitab Syarh Uqudul Lujain fi Bayan Huquqiz Zaujain karya Syaikh Nawawi Al-Bantani, Ibu Shinta Nuriyah, menyodorkan kitab Nazhariyah Ammah fi Tarikh Al-Fiqh Al-Islami.

Membaca Kembali Tulisan KH. A. Musthafa Bisri Berjudul "Rakyat Jelata pun Berhak Didengar"

Tentang siapa yang bisa diajak musyawarah, saya pikir tidak hanya terbatas kepada orang tertentu, rakyat jelata pun berhak memberikan permusyawaratannya kepada penguasa. Ini adalah prinsip dasar, seperti kita lihat praktik Rasulullah yang minta pendapat kalangan sahabat Anshar, meskipun tokoh-tokoh sahabat seperti Abu Bakr, Umar dan lain-lain sudah menyatakan kesepakatan dan dukungannya.

Kisah Jalur Rempah (4): Nusantara dalam Lanskap Rempah dan Imperialisme Eropa

Pada 1619, dunia perdagangan rempah-rempah di Nusantara menjadi medan persaingan sengit antara bangsa-bangsa Eropa. VOC, badan dagang Belanda, berhasil mendirikan pos kekuasaannya di Batavia, yang sebelumnya bernama Jayakarta. Momen ini menjadi tonggak penting dalam sejarah kolonialisme di Indonesia.

Gus Dur dan Wacana Gender (Bagian 2)

Bagaimana Islam menempatkan perempuan? Ini bisa dilihat dari berbagai perspektif. Ada sebagian kalangan menganggap bahwa secara doktrinal ajaran Islam menempatkan perempuan di bawah laki-laki. Ini merupakan buah penafsiran atas beberapa teks agama yang seolah-olah berbicara demikian.

Menampilkan 1 - 10 dari 778 Sosial Budaya