29 Sep 2017 ยท 4.651 dibaca · Makam
Pertanyaan :
Bagaimana hukumnya menghias kuburan dengan sutera atau lainnya?
Jawaban :
Menghias kuburan selain kuburan Rasulullah Saw. dengan sutera (harir) hukumnya haram dan dengan salain sutera hukumnya makruh.
Keterangan, dalam kitab:
ููููููุฑููู ูููููู ููุงู ูุฑูุฃูุฉู ุชูุฒููููููู ุบูููุฑู ุงููููุนูุจูุฉู ููู ูุดูููุฏู ุตูุงููุญู ุจูุบูููุฑู ุญูุฑูููุฑู ููููุญูุฑูู ู ุจููู (ูููููููู ุบูููุฑู ุงููููุนูุจูุฉู) ุฃูู ููุง ูููู ููููุญูููู ุณูุชูุฑูููุง ุจูุงููุญูุฑูููุฑู ููููุฐูุง ููุจูุฑููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู. Makruh hukumnya walau bagi seorang perempuan memperindah (suatu tempat) kecuali Ka’bah, seperti kuburan orang saleh dengan selain sutera, dan haram jika dengan sutera. (Yang dimaksud selain Ka’bah), bahwa jika itu Ka’bah, maka boleh menutupinya dengan sutera, demikian halnya kuburan Nabi Saw.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan โ tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+