Asbabun Nuzul Surat Al-An'am Ayat 108 - Larangan Berdakwah dengan Cara Mencaci Maki Sesembahan Orang Kafir

Mulanya, sambil menyebarkan Islam, beberapa sahabat Nabi SAW menghina sesembahan kaum musyrik. Merasa terganggu dengan tindakan tersebut, mereka mengancam akan berbalik memaki Allah. Ayat ini lalu turun untuk melarang cara dakwah yang demikian.

  1. عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ، فِيْ قَوْلِهِ تَعَالَى: (وَلا تَسُبُّوا الّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُون الله فَيَسُبّوا اللّهَ عَدْوًا بغيرِ عِلْمٍ) قال: قَالُوْا: يَا مُحَمَّدُ، لَتَنْتَهِيَنَّ عَنْ سَبِّ أَوْ شَتْمِ آلِهَتِنَا أَوْ لَنَهْجُوَنَّ رَبَّكَ، فَنَهَاهُمُ اللهُ تَعَالَى أَنْ يَسُبُّوْا أَوْثَانَهُمْ فَيَسُبُّوْا اللهَ عَدْواً بِغَيْرِ عِلْمٍ. (1)

    Terkait latar belakang turunnya firman Allah wala> tasubbul-laz\i>na yad‘u>na min du>nilla>hi, Ibnu ‘Abba>s berkata, “Suatu hari kaum kafir Mekah berkata kepada Rasulullah s}allalla>hu ‘alaihi wasallam, “Berhentilah memaki dan menghujat Tuhan kami, wahai Muhammad! Bila tidak, pasti akan kami hujat Tuhanmu.” Karena itulah Allah melarang umat Islam mencela berhala-berhala kaum musyrik agar mereka tidak membalas dengan memaki Allah...

    Sumber artikel:
    Buku Asbabul Nuzul: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur'an
    Buku disusun oleh Muchlis M. Hanafi (ed.)
    Buku diterbitkan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI, 2017


UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN