Tahun 750-753 M: Sang Pelarian yang Menjadi Raja, Abdurrahman bin Muawiyah di Andalusia

 
Tahun 750-753 M: Sang Pelarian yang Menjadi Raja, Abdurrahman bin Muawiyah di Andalusia
Sumber Gambar: Pinterest, Ilustrasi: Laduni.ID

Laduni.Id, Jakarta - Ketika Dinasti Abbasiyah berhasil menggulingkan kekhalifahan Umayyah, mereka melakukan pembantaian terhadap keluarga Bani Umayyah.

Semua laki-laki dewasa dibunuh, sementara anak-anak dan perempuan dibiarkan hidup. Namun, di tengah kekejaman tersebut, seorang putra mahkota berhasil selamat.

Pemuda ini kelak akan menjadi tokoh yang membawa Andalusia menuju masa keemasan, menjadikannya pusat peradaban yang sangat maju.

Abdurrrahman bin Muawiyah

Saat pedang-pedang tentara Abbasiyah telah berhasil membabat habis keluarga Bani Umayyah, ternyata ada seorang pemuda yang berhasil selamat dan melarikan diri dari kediamannnya di desa Dier Khinan, Syam.

Pemuda ini bernama Abdurrahman bin Muawiyah, ia melaarikan diri bersama keluarga dan saudaranya Hisyam bin Abdul Malik ke desa yang berada di tepian Sungai Eufrat.

Abdurrahman bin Muawiyah ini merupakan cucu dari khalifah Hisyam bin Abdul Malik (723-743 M), ia tumbuh dalam lingkungan istana, disana ia belajar dan tumbuh menjadi seorang pemuda yang cerdas dan gagah.

Mari kita kembali ke kondisi Abdurrahman yang menjadi buron, intelegen Abbasiyah berhasil menemukan tempat persembunyian Abdurrahman di desa itu dan segera bergerak kesana. Abdurrahman yang menyadari bahwa bendera-bendera Abbasiyah mulai terlihat di sekitar desa segera berkemas bersama Hisyam untuk melarikan diri.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN